Salesman

Aku cukup paham ketika beberapa orang menyatakan kalau mereka malas kalau harus berhadapan dengan sales. Memang sudah bagian dari pekerjaan sales untuk meyakinkan kita kalau produk yang mereka bawa benar-benar kita butuhkan. Setahuku memang sebagian orang yang berprofesi sebagai sales baru akan mendapatkan gajinya ketika dia memenuhi target tertentu. Hal itu tentu menjadi masalah buat kita karena mereka akan berusaha sekuat tenaga agar mereka bisa memenuhi target tersebut. Oleh karena itu kita tidak perlu terlalu kesal terhadap mereka dan ada baiknya malah kita membantu mereka dengan cara kita yaitu dengan tidak membuang-buang waktu mereka dan tentunya dampaknya kita juga tidak membuang-buang waktu kita. Which is a win-win solution. Baiklah ini dia tips yang aku peroleh dan menurutku efektif dalam menghadapi sales.

JANGAN Tunjukkan Ketertarikan

Kesalahan pertama yang biasanya aku lakukan ketika bertemu sales adalah menunjukkan ketertarikanku pada produk yang mereka tawarkan. Bagi sales, seseorang yang menunjukkan ketertarikan merupakan sasaran empuk karena mereka tidak perlu meyakinkan bahwa produk yang mereka tawarkan bagus. Mereka hanya perlu memainkan asumsi dan ekspektasi kita saja dan yakin deh itu gampang banget. Pernah beberapa kali aku mempraktekan cara ini ke teman-temanku yang terlihat tertarik beli sesuatu tapi masih ragu-ragu atau karena alasan tertentu menunda untuk membelinya. Hasilnya sukses besar dan effort yang dibutuhkan enggak begitu besar. Jadi, meskipun kalian tertarik dengan suatu produk pastikan jangan tunjukkan itu didepan sales.

Be Sceptical

Apapun yang terjadi jangan pernah langsung percaya pada kelebihan yang ditawarkan oleh sebuah produk. Kita sebagai konsumen yang cerdas harus selalu skeptis melihat hal itu. Selalu ingat bahwa segala sesuatu di dunia ini memiliki kelebihan dan juga kekurangannya masing-masing. Biasanya sales ketika menawarkan produknya pasti akan menunjukkan kelebihan yang dimiliki produknya. Kadang dengan cara membandingkan dengan produk serupa atau meyakinkan bahwa itu adalah satu-satunya produk yang memiliki manfaat seperti itu. Ketika kita percaya itu maka kita akan sangat mudah untuk diajak untuk mengeluarkan uang karena logikanya kalau kita percaya maka kita sudah tertarik dan ingat kita JANGAN pernah menunjukkan ketertarikan.

Misal aku ditawari produk berupa kompor elektrik yang menggunakan induksi walaupun keren aku akan tetap bertanya “Lho kalau nggak ada apinya gimana bisa panas mas/mbak?” atau dengan pertanyaan “Ya kalau pakai listrik nanti tagihannya nambah banyak dong?” atau contoh lagi dengan pertanyaan “Lha kalau memang ini bagus kok banyak orang tetap pakai kopor gas?”. Lagi pula kalau kita terus skeptis dengan semua kelebihan dari produk itu kita akan sangat mudah untuk mengakhiri pembicaraan semisal dengan kalimat “Maaf mas/mbak, saya masih belum yakin jadi saya akan cari tahu terlebih dahulu. Terima kasih buat penjelasannya ya”. Tapi pastikan kita bertanya dengan memperhatikan etika jangan mencoba merendahkan salesnya karena itu dapat menyakiti perasaan.

Ekspresikan Dirimu!

Ketika sales sudah mulai menjelaskan produknya kita seakan sudah tidak punya kesempatan untuk berbicara lagi. Kita hanya diam disitu mendengarkan dan menunggu diberi kesempatan untuk berbicara. Ketika ada kesempatan berbicara hanya sedikit saja yang bisa kita katakan. Dalam kondisi seperti ini tidak perlu panik karena kita cukup memanfaatkan bahasa tubuh kita saja untuk berkomunikasi. Hal yang biasanya aku lakukan ketika dalam posisi ini adalah memasang poker face atau wajah dengan ekspresi netral. Ini maksudnya adalah untuk mencegah aku menunjukkan ketertarikan. Terkadang aku mengerenyit seakan merasakan ada hal yang aneh dari penjelasan yang aku dengar. Terkadang menaikkan alis tinggi-tinggi sambil mengangguk tanpa senyuman yang artinya “oh gitu, tapi aku masih belum tertarik”.

Itu kalau secara ekspresi muka. Kalau dengan suara biasanya aku tanpa menyela pembicaraan si sales sambil bilang “ehmmmmm, mkay” untuk menunjukkan kalau “aku nggak yakin, tapi baiklah”. Sesekali dengan bilang “ok” atau “iya”” tapi dengan suara datar atau nadanya seolah-olah seperti bertanya. Ditambah lagi ekspresi dari bagian tubuh yang lain seperti bersandar sambil menruh tangan di dagu dan sesekali bersedekap. Aku kombinasikan semuanya dan itu hanya contoh saja yang biasa aku lakukan. Tapi aku tetap melihat mata orang yang berbicara dan menunjukkan kalau aku memperhatikan orang tersebut. Dengan aku mempraktekan ini, aku menunjukkan ke sales kalau apapun yang dia lakukan untuk membuatku tertarik akan sia-sia. Tapi karena aku terus memperhatiakan dia tetap merasa dihargai. Sehingga ketika aku menolak dia tidak tersakiti. Paling nanti kalau ada obrolan setelah kerja si sales akan berkata pada temannya “Wah, tadi ada orang yang susah banget pas dijelasin”.

Tambahkan Humor

Menurutku ini adalah komponen yang sangat penting untuk menggabungkan semuanya itu karena tanpa humor si sales akan merasa terintimidasi. Kalau memang tujuan yang ingin kamu capai adalah agar si sales tidak mengganggumu lagi maka tak perlu melakukan ini. Tapi kalau kamu tetap ingin menjaga hubungan baik karena suatu saat siapa tahu kamu akan membutuhkan sales itu kedepannya pastikan gunakan humor. Karena dengan humor kamu bisa mengatakan apapun tanpa khawatir menyakiti orang lain. Tapi ingat tentu pada kadarnya dan untuk tahu batasan untuk tiap orang kamu harus mengenal orang tersebut. Untuk ini aku tidak bisa memberitahu bagaimana caranya tapi ada banyak orang yang lebih ahli di luar sana yang mampu mengajarimu.

 

Sebagai penutup, menurutku sangat penting buat dipahami bahwa sales bukanlah penjahat. Memang terkadang terasa menyebalkan ketika harus berhadapan dengan mereka namun itu bukan alasan untuk membenci mereka. Mereka hanya menjalankan pekerjaannya. Tapi memang tetap saja ada beberapa orang yang secara personality terlepas dari jenis pekerjaannya tetap menyebalkan dan itu memang hak kita untuk membencinya atau tidak. Tapi jangan karena profesinya, selama itu legal, kita kemudian membencinya.