SuckSeed Earn

Pada awalnya aku hanya tahu kalau film dari Thailand itu cuman yang bergenre Horror dan nggak pernah lihat genre lain. Awal aku kenal genre lain film Thailand itu film yang berjudul “Crazy Little Thing Called Love”. Lama setelah itu baru aku nonton judul lain seperti “ATM”, “May-Who”, dan “SuckSeed”. Pengalamanku menonton film film tersebut adalah refreshing karena atmosfir yang dibawa dibandingkan dengan film dari Hollywood atau Korea sangatlah berbeda. Selain itu gaya editing film Thailand juga berbeda dan bagi orang yang pertama menonton terasa aneh. Ayo kita bahas satu-per-satu hal yang menarik dari film-film Thailand ini.

Kaya akan emosi

Kebanyakan film Hollywood dengan genre Drama yang aku tonton mengajak penontonnya untuk merasakan kebahagiaan dan kesedihan dari tokoh utamanya. Bisanya si tokoh utama akan mengalami sebuah dilema yang mengharuskan dia mengambil keputusan besar dalam hidupnya. Hampir sama dengan film Hollywood namun film Korea biasanya akan menyisipkan humor dalam filmnya sehingga penonton selama menonton akan berada dalam roler coster perasaan. Mungkin ini kenapa kebanyakan penonton Drama Korea adalah perempuan.

Berbeda dengan Hollywood dan Drama Korea, Drama Thailand mencoba mengajak penonton melihat permasalahan dengan komedi. Dari awal sampai pertengahan cerita penonton akan mendapatkan banyak komedi baik itu berupa cerita, visual maupun audio. Kamu tidak akan melihat sebuah tangisan di film Drama Thailand itu menyedihkan diawal cerita namun itu seketika berubah ketika masuk ke akhir cerita. Seakan-akan Drama Thailand ingin menceritakan bahwa manusia suka menolak kenyataan bahwa dirinya sedang dalam masalah. Dia terus menolak dan menolak merasa semua baik-baik saja sampai pada akhirnya masalah semakin menumpuk dan akhirnya meledak.

Selain itu satu hal yang jarang aku rasakan ketika menonton film adalah rasa “malu”. Film Drama Korea kadang mengajak penontonnya untuk merasa “malu” namun menurut pengalamanku tidak sebanyak film Drama Thailand. Banyak sekali adegan-adegan yang menurutku “canggung” yang akhirnya bikin aku merasa malu sendiri nonton itu. Menariknya mereka menggunakan emosi ini dengan sangat baik dan menjadikan ceritanya lebih kaya dan lebih “manusiawi”.

Editing video

Penggambilan gambar di film Drama Korea yang aku lihat sangat bagus tapi hal yang menarik adalah editingnya. Film Drama Thailand suka sekali menggunakan editing yang cepat. Jadi kalau kamu nonton film Drama Thailand kamu bakal merasa gerakan kameranya cepat sekali. Kemudian perpindahan sudutnya juga terkesan cepat. Menurutku ini sangat berhubungan dengan konsep film Drama Thailand yang menggunakan komedi sebagai media ceritanya. Editing yang cepat ini mampu menekankan unsur komedi dari segi visual pada film ini. Namun ketika masuk ke akhir cerita semakin jarang editing yang seperti itu.

Efek suara

Film Drama Thailand suka sekali memanfaatkan efek suara yang unik untuk menekankan komedi dalam film tersebut. Namun ada teknik yang sangat menarik aku lihat di film SuckSeed yaitu ketika keluar background music maka didalam frame akan muncul penyanyi dari lagu tersebut bersama aktor didalamnya. Mengesankan seakan-akan penyanyi lagi itu berada disana bersama sang aktor. Selain itu ini juga digunakan untuk membuat kesan hiperbola dalam film. Ini menjadikan kita penonton selalu teringat bahwa apa yang sedang kita lihat hanyalah film. Seakan-akan penonton diminta agar melihat filmnya sebagai pihak ketiga sehingga penonton menjadi lebih obyektif dalam melihat film tersebut.

Kesimpulan

Aku mulai menyukain film-film Drama dari Thailand. Meskipun sampai sekarang masih merasa aneh dengan suara mereka yang “cempreng”. Tapi dari segi cerita ini adalah film yang aku butuhkan ketika ingin bersantai. Film Drama Thailand membawa atmosfir yang hangat dan relax berbeda dengan film Drama Hollywood yang terkesan gelap dan dingin.