Confort Zone

Aku butuh kalian melakukan sesuatu untukku sebelum melanjutkan membaca tulisan ini. Simple kok, tolong googling dengan keyword “Zona Nyaman” tanpa tanda petik dan perhatikan hasil pencariannya. Aku yakin kalian akan melihat tulisan yang membahas bahaya dari zona nyaman dan ajakan untuk keluar darinya. Menurutku keluar dari zona nyaman adalah hal yang baik karena sesuatu yang kita inginkan selalu berada di luar zona nyaman kita. Akan tetapi menganggap berada di zona nyaman itu berbahaya adalah sesuatu yang ekstrim. Salah-salah kehidupan kita akan kacau dan kita akan selalu berada dibawah tekanan. Oleh karena itu menurutku hal ini perlu dikoreksi dan inilah beberapa alasan mengapa kita harus berada di dalam zona nyaman.

Zona Nyaman Adalah Tujuan

Kita semua pastu memiliki satu keinginan yang ingin dicapai dalam hidup kita. Baik itu berupa impian yang besar ataupun keinginan-keinginan kecil yang mampu mengisi kehidupan kita. Agar keinginan itu terwujud kita menentukan tujuan dan bagaimana cara kita mencapai tujuan itu dan saat itu kita mulai keluar dari zona nyaman kita. Ambil contoh mahasiswa yang baru menjadi sarjana dan ingin memiliki sebuah mobil mewah. Dia yang dulu masih bergantung pada orang tuanya kini berusaha keras bekerja mencari uang agar cukup digunakan untuk membeli mobil tersebut. Setelah dia berhasil membeli mobil yang dia impikan itu kira-kira apa yang terjadi pada dirinya? Dia tentu saja kembali masuk kedalam zona nyamannya tapi dengan perbedaan dulu zona nyamannya berada bersama orang tuanya kini zona nyamannya karena dia mampu, dengan jerih payahnya, mendapatkan apa yang dia impikan.

Zona Nyaman Adalah Rutinitas

Masih dengan contoh sarjana yang baru lulus. Kini dia bekerja di sebuah perusahaan dengan penuh semangat untuk mencapai impiannya, sebuah mobil mewah. Dia bekerja di sebuah perusahaan besar yang cukup terkenal dan dia sangat ulet disana. Setiap hari dia melakukan pekerjaan yang sama terus-menerus selama bertahun-tahun. Di tahun pertama dia kesulitan mengikuti ritme kerja di perusahaan itu. Tahun kedua dia sudah cukup terampil dan akhirnya di tahun ketiga dan seterusnya dia mampu mengerjakan tugas-tugasnya dengan sangat baik. Meskipun belum mencapai apa yang dia impikan namun di tahun ketiga sang sarjana ini telah masuk kedalam zona nyamannya. Hal ini tidak hanya terjadi pada pekerjaan kantoran saja namun pekerjaan yang menantang. Kalau kita secara terus menerus dalam kondisi yang menantang maka lama-kelamaan kita juga akan terbiasa dengan kondisi itu dan akhirnya masuk ke zona nyaman.

Zona Nyaman Adalah Tempat Istirahat

Berdasarkan dua contoh yang aku tulis di paragraf sebelumnya sepertinya kita akan terus menuju zona nyaman. Lalu dengan menganggap zona nyaman itu adalah hal yang berbahaya maka kita akan menjadi sangat tertekan. Setiap kali kita keluar dari zona nyaman kita akan kembali lagi masuk ke zona nyaman. Oleh karena itu sebaiknya kita manfaatkan zona nyaman ini untuk keuntungan kita sendiri. Kita analogikan bahwa perjalanan menuju cita-cita kita adalah sebuah perjalanan yang sangat panjang dan berat. Tentu saja selama perjalanan kita butuh sesekali untuk istirahat. Terlalu lama beristirahat tentu saja tidak akan membuat kita sampai di tujuan tapi menolak untuk istirahat sangatlah beresiko.

Itulah mengapa kita memiliki rumah dan selalu rindu untuk pulang kerumah. Itulah mengapa kita memiliki tempat favourite yang tak pernah bosan untuk dikunjungi. Itulah mengapa kita bertahan dengan teman dan pasangan yang sama seumur hidup. Karena semuanya itu tempat untuk beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan menuju impian. Jadi bila dalam perjalanan hidupmu kamu merasa telah masuk kedalam zona nyaman katakan pada dirimu “Aku akan istirahat sejenak, setelah ini akan kulanjutkan lagi perjalananku”.