Alone

Orang bilang kalau lagi sedih cara mengobati yang paling ampuh adalah curhat. Katanya ketika aku curhat dengan seseorang beban yang selama ini serasa berat dipikul sendiri terasa ringan. Katanya ketika curhat kita dapat lebih dekat dengan orang yang kita curhati dan bila itu teman maka akan jadi sahabat atau bahkan mungkin kalau lawan jenis bakal jatuh cinta. Aku mengakui kalau hal tersebut benar namun tidak selalu seperti itu karena dari pengalamanku ada saja hal menarik terjadi yang membuatku enggan untuk terlalu membuka diri dengan sembarang orang.

Rahasiamu Disebarluaskan

Setiap orang pasti memiliki satu sisi yang enggan dia tampakkan pada orang lain. Kadang kita menutupinya dengan sangat baik sehingga orang tidak akan pernah menyangka. Kita semua pasti pernah punya teman yang sehari-hari telihat riang tapi ternyata punya banyak masalah yang dia simpan sendiri. Ada juga teman yang diam dan suka menyendiri tapi ternyata setelah kenal cukup lama ternyata dia orangnya asik diajak ngobrol. Rahasia itu kita simpan di tempat yang sangat aman karena kita takut dan malu terhadap reaksi orang ketika mengetahui sifat asli atau masa lalu kita.

Dulu semasa kuliah aku sangat malu dengan masa laluku di SMA. Aku merasa aku dulu menyia-nyiakan masa-masa SMA karena dulu sangat kurang pergaulan. Kisah cintaku semasa SMA juga bukan sesuatu yang patut aku banggakan. Namun ada satu hal yang sangat aku sembunyikan yaitu fakta bahwa dulu aku pernah menjadi Ketua ROHIS bukan karena posisi atau kedudukannya tetapi lebih ke bagaimana aku berperilaku waktu itu. Aku curhat lah mengenai hal itu pada satu temanku dekat sewaktu kuliah. Aku bercerita sore tapi tidak kuduga keesokan harinya hampir semua orang yang aku kenal tahu soal cerita itu dan itu membuatku sangat marah.

Benar memang kalau aku juga salah karena bercerita pada orang yang salah. Tapi mana aku tahu waktu itu? Padahal aku sudah memintanya untuk diam dan tidak bercerita pada orang lain. Terlepas dari hal itu pengalamanku itu menjadi salah satu alasan enggan untuk curhat karena tidak semua orang itu amanah.

Memperburuk Pikiran

Aku diawal menyatakan ketika curhat dengan seseorang beban kehidupan yang kita pikul selama ini terasa ringan tapi tidak selalu demikian. Menceritakan hal buruk yang terjadi pada diri kita terkadang akan membuat kita melihat kejadian tersebut jadi lebih buruk. Bila kita curhat tentang pasangan kita maka kita akan melihat pasangan kita itu terkesan buruk karena yang kita lakukan adalah mendata semua keburukan yang terjadi dari terakhir curhat hingga curhat berikutnya. Tak jarang aku dengar kalau ada pasangan yang bertengkar setelah salah satu dari mereka curhat ke temannya. Lalu nanti pertengkaran itu nanti bakal jadi bahan curhat berikutnya terus bertengkar lagi dan diulangi terus menerus sehingga akhirnya kedua belah pihak saling membenci satu sama lain.

Hal diatas bukan terjadi karena si teman ini berniat buruk namun karena kita selalu menceritakan keburukan orang lain maka diapun menganggap itu adalah fakta. Orang yang dicurhati jarang mendengarkan hal baik dari kita yang curhat karena kalau itu hal baik kita pasti ingin simpan sendiri bukan? Atau mungkin bahkan kita pamerkan itu ke sebanyak-banyaknya orang tanpa mereka harus tahu apa yang terjadi dibalik panggung. Hal ini yang menurutku membuat kita sering melihat fenomena diaman ada orang pacaran curhat kalau mau putus tapi keesokan harinya balikan lagi. Ini karena kita tidak pernah mengetahui kejadian yang sebenarnya.

Jadi berhati-hatilah kalau curhat karena siapa tahu setelah itu orang yang kita curhati akan berubah pikirannya terhadap orang yang kita curhatkan.

Tidak Ada yang Perduli

Mungkin ada dalam hati berkata: “Kasihan deh curhat nggak ada yang dengerin”. Tapi tunggu dulu bukan itu yang aku maksudkan tapi memang tidak ada orang yang peduli dengan masalah kita karena semua orang sibuk dengan masalahnya sendiri. Sering terjadi ketika aku sedang ingin curhat orang yang mendengarkan itu malah balik curhat tentang dirinya sendiri. Setelah orang itu selesai dengan ceritanya dan merasa puas telah mengungkapkan perasaannya maka sesi curhat selesai. Pernah juga terjadi dalam sebuah kelompok aku menanyakan satu hal yang pribadi ke masing-masing orang agar mereka bercerita dan walaupun beberapa kali aku memberikan sinyal agar mereka kembali bertanya ke aku, semuanya tetap melanjutkan ceritanya masing-masing. Namun dari situ aku pandai mendengarkan cerita orang dan pandai menguak kehidupan pribadi orang tersebut namun tetap menyimpan cerita tentang diriku buat aku sendiri.

Kesimpulan

Tulisan ini bukan untuk menghalangi niatan kalian yang membaca ini untuk curhat dengan teman-teman kalian namun lebih memberikan wawasan baru. Curhat tetap menjadi hal yang baik namun dari pengalamanku tidak semua orang pantas untuk kita curhati. Terkadang ada beberapa orang yang lebih baik tidak terlalu dekat dengan kita agar terhindar dari drama. Tapi jangan percaya sepenuhnya dengan apa yang aku katakan karena itu berasal dari pengalamanku saja. Buktikan kalau kalau pendapatku ini salah dengan mengalaminya. Baiklah, aku harus akhiri tulisan ini disini. Sampai jumpa di tulisan berikutnya.